Paket Pendidikan Kesehatan dan Teknik Relaksasi Menurunkan Postpartum Blues Ibu Pasca Bedah Sesar

  • Aida Kusnaningsih
  • Setyowati Setyowati
  • Tri Budiati
Keywords: pasca bedah sesar, pendidikan kesehatan, teknik relaksasi

Abstract

Ibu pasca bedah sesar dapat mengalami postpartum blues karena tidak mampu mengontrol terhadap perubahan fisik maupun psikologis selama masa nifas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas paket pendidikan kesehatan dan teknik relaksasi terhadap kejadian postpartum blues pada ibu pasca bedah sesar. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen. Teknik pengambilan sampel menggunakan konsekutif pada 60  responden yang terbagi dalam kelompok kontrol dan intervensi. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner postpartum blues. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikan postpartum blues kejadian sebelum dan setelah intervensi pada kelompok intervensi (p=0,000). Pemberian pendidikan kesehatan dan teknik relaksasi efektif 16 kali menurunkan kejadian postpartum blues (OR=16,2, CI 95%, 3,212-81,698) setelah dikontrol oleh faktor pendidikan. Paket pendidikan kesehatan dan teknik relaksasi efektif menurunkan kejadian postpartum blues dan direkomendasikan di pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kesehatan ibu pasca bedah sesar.

References

Cheng, Fowles, & Walker. (2006). Postpartum maternal health care in the united states: a critical review. Journal of Perinatal Education, 15(3), 34–42. doi: 10.1624/105812406X119002.
Chiang, L. (2012). The Effects of Music and Nature Sounds on Cancer Pain and Anxiety in Hospice Cancer Patients. (Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://etd.ohiolink.edu/.
Cury, A. F., Menezes, P. R., Tedesco, J. J. A. Kahalle, S., & Zugaib, M. (2008). Maternity “blues”: prevalence and risk factors. The spanish Journal of Psychology, 11(2), 593-599. Retrieved from: http://www.ucm.es/info/psi/docs/
journal/VII_n2_2008/art593/pdf.
Dewi, M. P. (2009). Studi metaanalisis: musik untuk menurunkan stres. Jurnal psikologi,36(2),106-115.
Freudenthal, Crost, M., & Kaminski, M. (1999). Severe post-delivery blues; associated factors. Arch Women Ment Health. 2.37-44. Retrieved from: http://link.springer.com/article/10.1007%2Fs007370050033#page-1.Gondo, 2012
Gilbert, E.S. & Harmon, J.S. (2003).Manual of High Risk Pregnancy and Delivery. 3rd Ed. Missouri: Mosbys Elsevier.
Gimpl, G., & Fahrenholz, F. (2001). “The oxytocin receptor system: structure, function, and regulation”. Physiological Reviews. 81 (2). 629-683.
Gonidakis, F., Rabavilas, A. D., Varsou, E., Kreatsas, E., & Christodoulou, E. A. (2007). Maternity blues in athens, greece: a study during the first 3 days after delivery. Journal of Affective Disorders, 99, 107-115. doi:10.1016/j.jad.2006.08.028.
Good, M., & Ahn, S. (2008). Korean and american music reduces pain in korean women after gynecologic surgery. Pain management nursing, 9(3),96-103. DOI: http://dx.doi.org/10.1016/j.pmn.2008.02.002.
Haruyama, S. (2014). The miracle of Endorphin. Bandung: Qanita.
Hirokawa, E., & Ohira, H. (2003). The effects of music listening after a stressful task on immune functions, neuroendocrine responses, and emotional states in college students. Journal of Music Therapy, 40(3),189‐211..
IDHS. (2013). Statistics Indonesia National Population and Family Planning Board. Jakarta: Ministry of Health Measure DHS ICF International.
Irawati, D., &Yuliani, F. (2013). Pengaruh faktor psikososial terhadap terjadinya postpartum blues pada ibu nifas (studi di ruang nifas rsudr.a.bosoeni mojokerto). Prosiding seminar nasional tahun 2013. Menuju masyarakat madani dan lestari. Poltekkes Majapahit, Mojokerto. ISBN: 978-979-98438-8-3. Retrieved from: http://dppm.uii.ac.id/dokumen/seminar/2013/F.Dian%20Irawati.pdf.
Kemenkes RI. (2012). Kajian Determinan Kematian Maternal di Lima Region. (Jakarta: Kemenkes RI). Retrieved from http://www.kesehatanibu.depkes.
go.id/wpcontent/plugin/downloadmonitor/download.php%3
Kemenkes RI. (2013). Riset Kesehatan dasar RIKESDAS tahun 2013. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kempler, L., Sharpe, L., & Bartlett, D.(2012). Sleep education during pregnancy for new mothers. BMC Pregnancy and Childbirth, 2,155. doi:10.1186/1471-2393-12-155.
Kendrick, K. M. (2004). The neurobiology of social bonds. Journal Neuroendocrinol, 16, 1007-1008.
Kosfeld, M., Heinrichs, M., Zak, P. J., Fiscbacher, U., & Fehr, E. (2005). Oxytocin increases trust in humans. Nature, 435, 673-675. doi:10.1038/nature03701.
Lee, & Mi, S. (2010) The effects of music therapy on postpartum blues and maternal attachment of puerperal women. Journal Korean Acad Nurs. 40(1).60-68.
DOI: 10.4040/jkan.2010.40.1.60.
Magon, N., & Kalra, S. (2011). The orgamic history of oxytocin: love, lust, and labor. Indian Journal of Endocrinology and Metabolism, 15(3),156-161.
Marnia, R., & Wilson, G. The big”o” isn’t orgasm: oxytocin, the cuddle hormone. Retrieved from: http://www.cuddleparty.com/uncategorized/big-o-oxytocin.
Manurung, S. et al. (2011). Efektifitas terapi musik terhadap pencegahan postpartum blues terhadap ibu-ibu postpartum di rsupn ciptomangun kusumo Jakarta pusat. Buletin Penelitian System Kesehatan, 14(1).
Nazata, Y. (2009). Efektifitas intervensi psikoedukasi terhadap pencegahan depresi postpartum di kabupaten nias. Maj Obstet Ginekol Indones, 33(4), 216-223.
Nilsson, U. (2009). Soothing musik can increase oxytocin level during bed rest after open-health surgery: a randomized control trial. Journal of clinical nursing.18.2153-2161.
Notoatmodjo, S. (2010). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.
Price, S.A., & Wilson, L.M. (2006). Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit volume 2 alih bahasa: Pendit, B.U. dkk Jakarta: EGC.
Procelli, D.E. (2005). The effects of music therapy and relaxation prior to breastfeeding on the anxiety of new mothers and the behavior state of their infants during feeding. Thesis. The Florida State University retrieved from
Reeder, S. J., Leonide, L., & Grifin, D. K. (1997). Maternity Nursing: Family, Newborn, and Women Health Care. 18th Ed. Alih bahasa Yati Afiyati, Imami Nur Rahmawati, Sri Djuwitaningsih (2011) Keperawatan Maternitas: Kesehatan Wanita, Bayi dan Keluarga, Ed 18 Vol 1. Jakarta: EGC.
Suhartini. (2008). Effectiveness of music therapy toward reducing patients anxiety. Media Ners, 2(1), 31-35.
Snyder, M., & Lindguist, R. (2002). Complementary/alternative therapies in nursing (4th ed). Springer Publishing Company.
Stewart, D. E., Robertson, E., Dennis, C.L., Grace, S. & Wallington, I (2003). Postpartum Depression: Literature Review of Risk Factors and Interventions. Toronto Public Health.
Sulistyowati, R., Aden, C., & Samuel, S.K. (2012). Pengaruh aromaterapi secara masase terhadap tingkat depresi ibu postpartum di wilayah kota palangkaraya. (Laporan hasil riset risbinakes, tidak dipublikasikan). Poltekkes Kemenkes. Palangka Raya
Published
2017-02-27
How to Cite
Kusnaningsih, A., Setyowati, S., & Budiati, T. (2017). Paket Pendidikan Kesehatan dan Teknik Relaksasi Menurunkan Postpartum Blues Ibu Pasca Bedah Sesar. Jurnal Forum Kesehatan, 7(1), 1-6. Retrieved from http://e-journal.poltekkes-palangkaraya.ac.id/jfk/article/view/72
Section
Articles